Pengintai2 Tegar!

MasaItuEmas!

17 June 2009

Laguku Untuk Korang.....


Miak Serawak- Bapak Mek Datang


Bapak kamek udah datang

Owh rindunya hati kamek

“bapak mek datang ngembak buah pisang
dimakan kamek sorang nun ditelok elang”(2x)
“bapaknya datang ngembak buah pisang
dimakan sorang-sorang nun ditelok elang”(2x)

“lalalala..sungguh lokeknya dia
nisik ngembak kita makan bersama”(2x)

embek-embek gambong menandok batang pisang
“emak kamek rang kampung,bapak kamek rang datang”(2x)
embek-embek gambong menandok batang pisang
“emaknya orang kampung,bapaknya orang datang”(2x)

“lalalala..patut olah tingkahnya
nisik macam olah kita semua”(2x)


air pasang medok,timbol palak bekut
hai datanglah pak aji ngembaklah tok janggut (2x) ulang

jaga-jaga,kitak si bujang kerak,iboh dolok nak lanji dan berlagak
jaga-jaga kitak si bujang kerak,pisok tajam tok janggut ada ngembak(2x)

bapaknya datang ngembak buah pisang
dimakan sorang-sorang nun ditelok elang

embek-embek gambong menandok batang pisang
emaknya rang kampung,bapaknya orang datang

air pasang medok,timbol palak bekut
hai datanglah pak aji ngembaklah tok janggut(2x)

16 June 2009

Menjelang scuba...

Salam,
Sy dan ahli PERLU (moya,Nyenyek,diela,sham,shuk) telah ke stor utk memeriksa peralatan scuba.
selepas pemeriksaan peralatan selesai, kami pun memilih set scuba masing2.
Huh... Alangkah seksanya sy utk menyarung scuba sut tu...
Klau kna ngan saiznyer xpe gak! ni, kna tukar plak ngan saiz yg lbih kecil sdikit.
Kerana dibahagian atasnya longgar la pulok!
Kali ni pilih booties, pun same....
Nak sarung ketat, tp ujungnya longgar!
Apelagi, tukar lah jawabnyer...
Ni lah kesan proses pengembangan bdn...
hehehe...

14 June 2009

Kini Aku Sudah Berpindah......

akuKini sudah berpindah ke Tampin,Negeri Sembilan....

Pas ni akuKini akan tukar slanga...
Eden da jadi org Nogoie 9.....
hehehehe....

Namo tompek den namo eyh Taman Minang!
Dokek jo ngan Pokan Tampin!
Peh ni cr den kek Alor Gajah mmg xdo la...

12 June 2009

Impian Tercapai Sudah....

Setelah sekian lama, masanya telah tiba. Hari yg dinanti telah pun berlalu dan menjadi suatu kenangan yg terindah buat saya sekeluarga dan juga teman seperjuangan yg lain. Tahniah semua dan terima kasih kepada semua pendidik dan staff yg terlibat.


Perasaan gugup dan gementar pun ada gak sbb xtau nak ckp ape ngan Tan Sri, nasib baek dia wish dulu... hehehe...



Mak dan Abah, terima kasih!
Tanpamu siapa akuKini!

Bro John! Sori xpat nak tlg aritu....
Anyway, Dah msk metro aritu kira ok la..
Kem slm org kg eyh!









Mr Azlan..


Aksi Kawan2ku di Dewan Sri Budiman........



Geng Buaya Sangkut! hehehe...



Kurt @ Ismail


Dila...






Lenny & Yana.............


Antara yg hadir...




Huhuhu... mmg byk gmbr yg aku captured aritu.... (",)v


My Bro Hafiz @ Along - My Family with my Atok. -


MyLilBro Hariz N Zura My LilSista...


Terima Kasih Semua!!!

22 May 2009

Makan Jer Korg Tau!!!

ADAB MAKAN YANG DILUPAKAN!!!

Sesungguhnya pada diri Rasulullah r terdapat suri tauladan yang baik bagi kita, maka alangkah ruginya jika kita meninggalkan atau melupakan Sunnah Rasul r tersebut, yang didalamnya terkandung banyak kebaikan, Padahal kebaikan itu datangnya dengan cara mengikuti apa yang docontohkan oleh Rasulullah r dan para Sahabatnya . Dan salah satu teladan yang baik pada diri Rasulullah r adalah adab beliau r ketika makan.

Seringkali kita jumpai pada kaum muslimin cara-cara makan yang tidak sesuai dengan etika yang telah docontohkan oleh Rasulullah SAW, mungkin karena ilmu belum sampai kepada mereka atau karena malas dan mungkin karena enggan melakukannya. Adapun adab-adab makan yang sering dilupakannya itu adalah sebagai berikut:

1. Makan berjama’ah

Berkumpul menghadapi hidangan dan makanan secara berjama’ah adalah suatu yang dianjurkan bagi kaum muslimin di samping akan mendapatkan keutamaan berdasarkan hadits berikut:

’Berjama’ahlah dalam menyantap hidanganmu dan sebut nama Allah padanya, niscaya akan mengandung berkah bagimu. (Silsilah Hadits-hadits Shahih no. 664).

Hadits ini dikabarkan oleh Rasulullah r berkenaan dengan seseorang yang datang kepadanya dan berkata: Wahai Rasulullah, kami ini setiap kali makan tidak pernah kenyang. Maka Rasulullah berkata: “Pasti masing-masing kamu makan sendiri-sendiri. Dia menjawab: benar ya Rasulullah. Rasulullah berkata: “Berjama’ahlah dalam menyantap makananmu.”

Hadits di atas memerintahkan kepada kita agar setiap kali makan supaya berkumpul melingkar pada satu nampan makanan dan tidak makan sendiri-sendiri, sebab makan sendiri-sendiri itu disamping akan membuat masing-masing orang yang makan itu tidak akan kenyang (seperti kata shahabat di atas) juga tidak mendapatkan berkah/kecukupan. Karena kecukupan itu akan diperoleh dengan makan bersama, meskipun jumlah peserta hidangan bertambah, sebagaimana kata Nabi r: “Makanlah berjama’ah dan jangan bercerai-berai, sesungguhnya makanan satu orang itu cukup untuk dua orang”.

“Sesungguhnya makanan satu orang itu cukup untuk dua orang makanan dua orang cukup untuk tiga atau empat orang dan makanan empat orang cukup untuk lima atau enam orang. (Silsilah hadits-hadits shahih no. 895).

2. Makan dengan menggunakan Shahfah/Qash’ah[1] (nampan) dan di atas hamparan.

Makan berjama’ah di atas hamparan dengan menggunakan Shahfah adalah salah satu sunnah Nabi r yang harus diikuti, sedangkan makan diatas meja dengan menggunakan Sukurrajah adalah cara makan yang harus dihindari. Anas bin Malik t berkata: “Nabi r tidaklah makan diatas meja makan dan tidak pula menggunakan Sukurrajah (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Syamail, shahih Bukhari no. 5386 dalam kitab Fathul Bari 9/532).

Ibnu Hajar berkata: “Guru kami berkata dalam (Syarah at-Tirmidzi): “Sukurrajah itu tidak digunakan karena mereka (Rasulullah dan para shahabat) tidak pernah menggunakannya, sebab kebiasaan mereka makan bersama-sama (dengan Shahfa-pent) atau karena makan dengan menggunakan sukurrajah itu menjadikan mereka tidak merasa kenyang. (al-Fath 9/532).

3. Mengambil suapan yang jatuh.

Nabi r berkata: “Apabila salah seorang dari kamu makan, kemudian suapannya jatuh dari tangannya, hendaklah ia membersihkan apa yang kotor darinya lalu memakannya, dan janganlah ia membiarkannya untuk (dimakan) setan. (Silsilah hadits-hadits Shahih) no. 1404).

Hadits ini mengajarkan kepada kita agar tidak menyia-nyiakan makanan yakni dengan tidak membiarkan makanan yang jatuh untuk dimakan setan.

4. Menjilati makanan dan shahfah.

“Dan janganlah ia mengusap tangannya dengan mindil/serbet hendaklah ia menjilati tangannya, karena seseorang itu tidak mengetahui pada makanannya yang mana yang mengandung berkah untuknya, sesungguhnya setan itu selalu mengintai untuk merampas harta manusia dari segala penjuru hingga di tempat makannya. Dan janganlah ia mengangkat shohfahnya hingga menjilatinya dengan tangan, karena sesungguhnya pada akhir makanan itu mengandung berkah. (Silsilah hadits-hadits shahih no. 1404).

Berkata Imam Nawawi, tentang makna kaliamat “Pada makanannya yang mana yang diberkahi.” Ia berkata: Sesungguhnya makanan yang dihidangkan untuk manusia itu mengandung berkah, sedang dia tidak mengetahui apakah berkah itu pada makanan yang ia makan atau pada sisa makanan yang melekat di tangannya atau pada sisa makanan di dalam shahfah atau pada suapan yang jatuh. Untuk itu hendaklah ini menjaga semua itu agar selalu mendapatkan berkah. (Fathul Bari 9/578).

5. Mengusap makanan dengan mindil[2]

Nabi r bersabda “Janganlah mengusap tangannya dengan mindil hingga menjilati tangannya..”

Hadits ini mengisyaratkan kepada kita agar setiap selesai menjilati tangan agar mengusapnya dengan serbet, bukan dengan selainnya seperti dengan handuk atau tisue (kertas tipis). Ibnu Hajar berkata: “Hadits diatas berisi larangan bagi orang yang mempunyai serbet tapi tidak mengusap tangan dengannya dan juga berisi larangan terhadap orang yang menggunakan selainnya. (Fathul Bari 9/557).

6. Berkumur-kumur setelah makan

“Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami, Sufyan telah menceritakan kepada kami: “Aku telah mendengar Yahya bin Said dari Busyair bin Yasar dari Suwaid bin Nu’man berkata: “Kami keluar bersama Rasulullah ke Khaibar. Tatkala kami sampai di Shahba, Nabi mengundang makan, dan tidak dihidangkan makanan kecuali gandum, maka kami makan (bersama). Kemudian beliau berdiri untuk menjalankan shalat, maka beliau berkumur-kumur, dan kamipun berkumur-kumur. (HR. Bukhari no. 5445 dalam al-Fath 9/576).



[1] Qash’ah adalah piring besar untuk makan sepuluh orang sedangkan Shahfah adalah piring besar untuk makan lima orang (Syama’il Muhammadiyah, bab. Cara makan Nabi r). Adapun Sukurrajah adalah piring kecil yang biasa dipakai untuk memberi makan anak kecil. (Fathul Bari 9/532).

[2] Mindil adalah kain yang dipakai untuk mengusap tangan selesai makan dan bukan kain yang dipakai untuk mengusap badan selesai mandi. (Fathul Bari 5/577).

maklumat rujukan- adab makan.

King of Moped : Malaysian 135LC Community